
Kabupaten Malang – Mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) Tahun 2026. Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Fardiansyah, mahasiswa Prodi Gizi yang siap mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Kegiatan KKN MAS yang dilaksanakan di Kabupaten Malang ini mengusung tema “KKN Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.” Tema tersebut sejalan dengan peran mahasiswa gizi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi dan ketahanan pangan berbasis lokal.
Fardiansyah menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program ini merupakan kesempatan berharga untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata. “Sebagai mahasiswa gizi, saya ingin berperan dalam memberikan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat, pemanfaatan bahan pangan lokal, serta pencegahan masalah gizi di masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa Prodi Gizi diharapkan mampu melakukan berbagai program kerja, seperti penyuluhan gizi, pendampingan keluarga dalam pemenuhan nutrisi, serta pengembangan produk pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri secara pangan.
Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bima memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan mahasiswa dalam KKN MAS sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sosial, komunikasi, serta kemampuan problem solving di lapangan.
Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi, diharapkan kehadiran mahasiswa seperti Fardiansyah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Malang, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan kesehatan berbasis komunitas.