
Semangat pengabdian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima kini melampaui batas geografis. Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi Serbu Duriansyah Putra, mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan, yang terpilih mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia dan Thailand.
Dengan langkah mantap dan penuh optimisme, Serbu Duriansyah Putra membawa tidak hanya identitas kampus, tetapi juga semangat kemanusiaan dan keilmuan ke kancah global. Keikutsertaannya dalam program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah pun mampu berkontribusi dalam skala internasional.
KKN Internasional tahun ini mengusung tema “Mahasiswa Berdaya, Masyarakat Mendunia melalui Internasionalisasi nilai Al-Ma’un untuk Pembangunan Berkelanjutan.” Tema tersebut menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat global melalui pendekatan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Sebagai mahasiswa gizi, Serbu Duriansyah Putra memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pola makan sehat, pemenuhan nutrisi seimbang, serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang berkelanjutan. Ia juga diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya setempat dan membangun komunikasi lintas negara dalam pelaksanaan program pengabdian.
“Ini adalah kesempatan besar untuk belajar sekaligus berbagi. Saya ingin membawa ilmu yang saya miliki untuk memberikan manfaat, sekaligus menyerap pengalaman baru dari masyarakat di luar negeri,” ungkapnya.
Program KKN Internasional ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga ruang pembelajaran global bagi mahasiswa. Interaksi dengan masyarakat di Malaysia dan Thailand akan membuka wawasan baru, memperkuat kemampuan adaptasi, serta membangun jejaring internasional.
Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bima menyambut baik partisipasi mahasiswa dalam program ini sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Keterlibatan Serbu Duriansyah Putra diharapkan mampu membawa nama baik kampus sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat yang menjadi lokasi pengabdian.
Melalui langkah ini, Universitas Muhammadiyah Bima kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berkembang di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga berkiprah di tingkat internasional. Karena pada akhirnya, pengabdian sejati tidak mengenal batas wilayah—ia tumbuh dari niat untuk memberi manfaat bagi sesama, di mana pun berada.